JAKARTA—Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa dipastikan akan mengadakan acara Simposium Nasional di Balai Kartini , Jakarta Selatan 11 November mendatang. Direktur Eksekutif Lembaga Pemenang Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa Abd. Kadir Karding saat diwawancara (07/11) tadi menegaskan akan mengadakan acara symposium yang akan membahas 13 Agenda kemandirian dan Kedaulatan Bangsa .” Sebagai komponen Bangsa, PKB memiliki peran yang strategis untuk berperan aktif mewujudkan cita-cita bangsa. Dan inilah momentum yang tepat untuk kembali mengarahkan visi dan misi bangsa ini menuju yang lebih baik. Ada 13 Agenda Kemandirian dan Kedaulatan Bangsa yang telah dirumuskan PKB, itu yang akan kami matangkan dan kami perjuangkan nantinya”, Ungkap Karding.
Lebih jauh Karding menambahkan, Simposium dipastikan akan dihadiri seluruh pengurus DPP PKB, para caleg DPR RI, DPR D Provinsi , pengurus DPW PKB Se Indonesia, Pengurus PBNU, pemerintah dan badan organisasi masyarakat. “ Bersama-sama kita akan kaji dan diskusikan agar 13 Agenda ini terlaksana dan mampu melahirkan program-program yang strategis dan kami yakin ini akan mendapat respon baik dan berbagai kalangan dan lapisan masyarakat”, katanya.
Sebagai Panitia penyelenggara symposium , Karding rencananya akan menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai nara sumber utama yang akan membawakan materi kunci.
Berikut 13 Agenda Kemandirian dan Kedaulatan Bangsa :
1. Agenda Kedaulatan Ekonomi dan Pemberantasan kemiskinan (pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan untuk meningkatkan pemerataan, pengentasan kemiskinan dan stabilitas ekonomi jangka menengah dan panjang).
2. Agenda Kedaulatan Pangan, Pembaharuan Agraria dan Pembangunan Pedesaan (orientasi pemberian perlindungan terhadap usaha-usaha pangan nasional, pengembangan riset, tehknology transfer yang murah, missal, aplikatif, dan ekologis untuk meningkatkan kesejahteraan petani).
3. Agenda Perburuhan, Perumahan dan Kesejahteraan keluarga (orientasi mengagendakan peningkatan kualitas dan kesejahteraan burus serta penyediaan kebutuhan papan yang memadai dan terjangkau).
4. Agenda Kedaulatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (mengagendakan pengelolaan SDA untuk kepentingan orang banyak dan berorientasi jangka panjang lewat pemberdayaan, peningkatan efisiensi, dan ekonomi yang ramah terhadap lingkungan)
5. Agenda Kedaulatan energy dan Industri Strategis ( Mengagendakan pengembangan kemandirian energy jangka menengah dan panjang dengan penggalakan effisiensi dan eksplorasi, pengembangan kapasitas instru local untuk mengurangi ketegantungan terhadap asing).
6. Agenda Kedaulatan kelautan dan Pengembangan Wilayah ( Mengagendakan pemberdayaan kalautan jangka menengan dan panjang yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan domestic, peningkatan kesejahteraan nelayan, dan pengembangan ekonomi wilayah).
7. Agenda Penegakan Hukum , HAM dan Keadilan ( Mengagendakan reformasi hokum berbasis HAM dan keberpihakan hokum terhadap kaum marginal dan tertindas).
8. Agenda Pemberantasan Korupsi ( Mengagendakan melakukan peningkatan kapasitas pencegahan dan hukuman atas kasus Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme).
9. Agenda Reformasi Politik dan Birokrasi ( Mengagendakan melakukan reformasi pemerintahan yang stabil dan akuntable, serta birokrasi yang efisien dengan SDM yang berkualitas)
10. Agenda kedaulatan Pertahanan, Keamanan dan Hubungan Internasional ( Mengagendakan pengembangan system pertahanan keamanan yang sesuai dengan situasi Indonesia dan hubungan diplomasi yang bebas dan aktif).
11. Agenda Perempuan , Anak dan Pemuda ( Mengagendakan upaya pemberian jaminan akan hak perempuan dan anak serta memberikan peluang ekspresi perempuan, anak dan pemuda).
12. Agenda Kedaulatan Pendidikan dan Kesehatan ( Mengagendakan peningkatan kualitas SDM supaya mampu bersaing ditingkat regional dan internasional dengan pendidikan berkualitas, kesehatan yang baik dan peningkatan keterempilan pekerja).
13. Agenda Kehidupan Beragama dan Pluralisme ( Memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan Indonesia yang berdasarkan kebhinekaan dan revitalisasi kewarganegaraan untuk menciptakan masyarakat yang toleran dan egaliter).
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB , A Muhaimin Iskandar yang akrab dengan sapaan Cak Imin dipastikan akan membuka acara symposium dan menyampaikan orasi politik bertemakan “ Kebangkitan di Tengah Pergolakan Politik Ekonomi Dunia.
Sesuai agenda, di tempat yang sama rencananya usai Symposium akan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Nasional ( Mukernas). Mukernas akan di ikuti Seluruh Ketua DPW PKB Se Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar